Menurut Howard Gardner terdapat delapan domain kecerdasan atau intelegensi yang dimiliki semua orang, termasuk anak. Kedelapan domain itu yaitu: inteligensi music, kinestetik tubuh, logika matematika, linguistic (verbal), spasial, naturalis, interpersonal, dan intrapersonal. Multiple Intelegences ini sejak usia dini hendaknya digali dengan memberi kesempatan kepada anak untuk mengembangkan secara optimal potensi-potensi yang dimiliki atas upayanya sendiri.
Sebagaimana kita ketahui, PAUD merupakan satu tahap penting pendidikan yang tidak dapat diabaikan. Itu dikarena PAUD ikut menentukan perkembangan dan keberhasilan anak. Saat ini, masyarakat juga sudah menyadari akan peran pentingnya PAUD. Fenomena ini terjadi disebabkan beberapa hal, diantaranya:
- Kesibukan orangtua dalam mencari nafkah atau pekerjaan-pekerjaan lainnya. Para orangtua berharap agar anaknya mendapat pendidikan yang baik dan bermutu, meskipun mereka mampu melakukan sendiri.
- Sebagian Sekolah Dasar mempersyaratkan calon siswanya telah menyelesaikan pendidikan di Taman Kanak-kanak.
Menurut standar kompetensi PAUD dinyatakan bahwa fungsi pendidikan TK dan RA adalah:
Pelaksanaan PAUD yang efektif akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa yang akan datang, khususnya menghadapi masa sekolah. Itu karena di PAUD anak-anak sudah diajarkan mengenai dasar-dasar cara belajar, Mereka diajarkan dengan cara yang mereka ketahui, yakni lewat bermain.
Model bermain di PAUD tentu saja bukan sekedar bermain biasa, tetapi bermain yang diarahkan. Dengan demikian mereka bisa belajar banyak cara bersosialisasi, problem solving, negosiasi, manajemen waktu, resolusi konflik, berada dalam grup besar/kecil, kewajiban sosial, serta bahasa. Melalui bermain anak tidak merasa dipaksa untuk belajar. Saat bermain, otak anak berada dalam keadaan yang tenang. Saat tenagn itu, pendidikan pun bisa masuk dan tertanam. Cara bermain yang demikian, tentu saja menumbutuhkan guru yang memiliki kemampuan dan cara mengajar yang tepat. Selain itu, kelas-kelas di PAUD harus berisi kesenangan, antusiasme, dan rasa penasaran/ingin tahu.
Para orangtua seyogyanya juga menyadari bahwa tanggungjawab mendidik anak itu bukan semata-mata tugas guru-guru dan pengelola PAUD. Akan tetapi, menjadi tanggungjawab bersama, Dengan kata lain, meski anak dimasukkanke PAUD, orangtua masih memiliki kewajiban memberikan pendidikan terhadap buah hatinya saat berada di rumah
- Mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak
- Mengenalkan anak pada dunia sekitar
- Menumbuhkan sikap dan perilaku baik pada anak usia dini.
- Mengembangkan keterampilan, kreatifitas dan kemampuan yang dimiliki anak
Pelaksanaan PAUD yang efektif akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa yang akan datang, khususnya menghadapi masa sekolah. Itu karena di PAUD anak-anak sudah diajarkan mengenai dasar-dasar cara belajar, Mereka diajarkan dengan cara yang mereka ketahui, yakni lewat bermain.
Model bermain di PAUD tentu saja bukan sekedar bermain biasa, tetapi bermain yang diarahkan. Dengan demikian mereka bisa belajar banyak cara bersosialisasi, problem solving, negosiasi, manajemen waktu, resolusi konflik, berada dalam grup besar/kecil, kewajiban sosial, serta bahasa. Melalui bermain anak tidak merasa dipaksa untuk belajar. Saat bermain, otak anak berada dalam keadaan yang tenang. Saat tenagn itu, pendidikan pun bisa masuk dan tertanam. Cara bermain yang demikian, tentu saja menumbutuhkan guru yang memiliki kemampuan dan cara mengajar yang tepat. Selain itu, kelas-kelas di PAUD harus berisi kesenangan, antusiasme, dan rasa penasaran/ingin tahu.
Para orangtua seyogyanya juga menyadari bahwa tanggungjawab mendidik anak itu bukan semata-mata tugas guru-guru dan pengelola PAUD. Akan tetapi, menjadi tanggungjawab bersama, Dengan kata lain, meski anak dimasukkanke PAUD, orangtua masih memiliki kewajiban memberikan pendidikan terhadap buah hatinya saat berada di rumah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar